
Pernahkah kamu penasaran kenapa sebuah cake bisa terlihat sederhana di etalase, padahal sebelum sampai ke tangan customer, resepnya mungkin sudah melewati berkali-kali trial?
Di balik sebuah cake atau pastry baru, terdapat proses yang jauh lebih panjang daripada sekadar menentukan rasa dan membuat satu sampel. Sebuah ide perlu melalui berbagai tahap, mulai dari menentukan konsep, memilih bahan baku, melakukan beberapa kali trial, hingga memastikan produk dapat dibuat secara konsisten dan tetap memiliki kualitas yang baik ketika sampai di tangan customer.
Bagi tim Research & Development (R&D) Ann’s Bakehouse & Creamery, setiap produk memiliki cerita tersendiri. Sebelum akhirnya hadir untuk dinikmati customer, setiap menu dikembangkan melalui proses yang mempertimbangkan rasa, tekstur, tampilan, konsistensi produksi, hingga pengalaman customer.
Di Ann’s, sebuah menu baru tidak dimulai dari resep. Semuanya dimulai dari sebuah ide.
Lalu, bagaimana menu baru dikembangkan? Seperti apa sebenarnya perjalanan sebuah ide hingga menjadi menu baru Ann’s?
Semuanya Berawal dari Sebuah Ide
Sebuah menu baru dapat berawal dari berbagai inspirasi.
Menurut tim R&D Ann’s, ide untuk seasonal menu maupun new menu biasanya berasal dari keinginan customer, rasa klasik yang kemudian diberi twist mengikuti tren, maupun momen istimewa tertentu.
Namun, mengikuti tren bukan berarti sekadar membuat produk yang sedang viral.
Setiap ide perlu disesuaikan kembali dengan karakter Ann’s. Tim R&D mempertimbangkan bagaimana sebuah konsep rasa dapat diterjemahkan menjadi produk yang memiliki identitas, sekaligus tetap relevan dengan customer.
“Setiap produk Ann’s memiliki cerita istimewa di balik pembuatannya.”
— R&D Team, Ann’s Bakehouse & Creamery
Artinya, sebuah tren bisa menjadi inspirasi awal, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan sebuah produk.
Dari Ide Menjadi Konsep yang Siap Dikembangkan
Setelah mendapatkan ide, tim R&D mulai menentukan konsep produk dan bahan baku yang akan digunakan.
Pada tahap ini, berbagai faktor perlu dipertimbangkan secara bersamaan. Data analisis, customer feedback, tren klasik, maupun tren yang sedang berjalan menjadi bagian dari pertimbangan sebelum sebuah konsep dikembangkan lebih jauh.
Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting: apakah produk tersebut dapat memenuhi standar Ann’s secara keseluruhan?
Mulai dari flavor profile, tekstur, tampilan, bahan baku, konsistensi produksi, hingga ketahanan produk selama proses pengantaran perlu dipertimbangkan sejak awal.
Karena sebuah produk tidak hanya perlu terasa enak ketika baru selesai dibuat. Produk tersebut juga harus tetap memberikan pengalaman yang sesuai ketika akhirnya dinikmati oleh customer.
Trial Pertama Bukan Berarti Trial Terakhir
Setelah konsep ditentukan, proses R&D mulai masuk ke tahap yang lebih eksperimental.
Tim membuat beberapa formulasi menggunakan kombinasi bahan baku yang berbeda. Setiap formulasi kemudian dibuat menjadi sample untuk dibandingkan.
Dari sini, proses trial dan evaluasi dimulai. Beberapa aspek yang diperhatikan antara lain:
- bahan dan proporsi;
- rasa dan flavor profile;
- tekstur;
- aroma;
- tampilan dan dekorasi; serta
- teknik pembuatan.
Menariknya, perubahan kecil pada satu bahan atau teknik pembuatan dapat menghasilkan perbedaan yang cukup besar pada produk akhir. Karena itu, proses trial bukan hanya tentang mencari resep yang “enak”, tetapi menemukan kombinasi bahan dan teknik yang menghasilkan produk sesuai dengan konsep awal sekaligus memenuhi standar Ann’s.
Namun, dalam proses R&D, tidak semua trial akan menghasilkan produk yang sesuai dengan ekspektasi. Menurut tim R&D Ann’s, baik trial yang berhasil maupun yang belum berhasil tetap memberikan pembelajaran.
Dari trial yang kurang berhasil, tim dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan apa yang sebaiknya tidak dilakukan kembali.
“Yang paling penting adalah jangan takut untuk melakukan uji coba, karena dari proses tersebut kita bisa mendapatkan formula dan metode yang lebih baik.”
— R&D Team, Ann’s Bakehouse & Creamery
Pada akhirnya, proses trial bukan tentang menghindari kegagalan. Justru melalui proses mencoba, mengevaluasi, dan melakukan penyesuaian, sebuah produk dapat berkembang menjadi versi yang lebih baik.
Ketika Kue Klasik Membutuhkan Trial yang Lebih Panjang

Tidak semua produk membutuhkan jumlah trial yang sama.
Ada produk yang relatif cepat menemukan formulasi yang sesuai. Namun, ada pula produk yang membutuhkan proses trial berkali-kali untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Marble Cake dan Lapis Legit menjadi beberapa contohnya. Keduanya merupakan produk dengan karakter yang sudah familiar bagi banyak orang. Karena itu, ekspektasi terhadap rasa dan teksturnya pun tinggi.
Menurut tim R&D, jumlah trial untuk produk seperti ini bahkan bisa “tidak terhitung” demi mendapatkan kombinasi terbaik.
Di sisi lain, ada produk seperti Lychee Cream Cake dan Chocolate Butter Caramel Cake yang dapat mencapai hasil yang sesuai dalam proses yang relatif lebih cepat.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam R&D, tidak ada jumlah trial yang selalu sama untuk setiap produk. Setiap konsep memiliki tantangan dan kebutuhan pengembangannya masing-masing.
Bagaimana Tim R&D Menentukan Sebuah Produk Sudah “Pas”?

Ketika sebuah sample sudah mendekati konsep yang diinginkan, tim melakukan tasting dan evaluasi secara menyeluruh.
Bukan hanya rasa yang dinilai. Tim R&D melihat produk secara keseluruhan, mulai dari tampilan, aroma, rasa, tekstur, keseimbangan, hingga aftertaste. Semua elemen tersebut perlu bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman yang diharapkan.
Jika terdapat perbedaan pendapat selama proses tasting, tim akan mendiskusikannya bersama dan menentukan penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi.
Dengan kata lain, keputusan akhir tidak hanya didasarkan pada preferensi satu orang, tetapi melalui proses diskusi dan evaluasi bersama.
Dari Dapur R&D ke Panel Test
Ketika resep sudah dianggap sesuai dengan standar R&D, proses belum selesai.
Produk kemudian memasuki tahap panel test, yang melibatkan karyawan internal Ann’s dan loyal customer. Tahap ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana produk diterima oleh orang di luar proses pengembangannya.
Feedback dari panel test dapat memberikan perspektif yang berbeda dan membantu tim melihat apakah produk yang telah dikembangkan benar-benar memberikan pengalaman seperti yang diharapkan.
Setelah melewati proses validasi, produk kemudian dapat melanjutkan perjalanan menuju produksi dan akhirnya diperkenalkan kepada customer.
Tidak Semua Produk yang Enak Akhirnya Diluncurkan
Salah satu hal menarik dari proses R&D adalah bahwa produk yang enak belum tentu menjadi produk yang diluncurkan. Ada berbagai pertimbangan lain yang harus dipenuhi sebelum sebuah produk siap dijual.
Salah satunya adalah keamanan dan ketahanan produk selama proses pengantaran.
Cake dengan dekorasi yang mudah bergeser atau produk yang mudah meleleh mungkin terlihat sempurna ketika baru selesai dibuat. Namun, jika tampilannya tidak dapat dipertahankan selama proses delivery, produk tersebut perlu dievaluasi kembali.
Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman customer tidak hanya dimulai ketika mereka mencicipi produk. Bagaimana produk tiba di meja mereka juga merupakan bagian dari proses pengembangan.
Setelah Launching, Apakah Proses R&D Selesai?
Belum tentu.
Setelah produk diluncurkan, tim tetap memperhatikan bagaimana produk tersebut diterima.
Sebelum launching, feedback dari tim internal dikumpulkan melalui proses validasi R&D. Setelah produk tersedia untuk customer, performanya juga dapat dilihat melalui feedback operasional dan data penjualan.
Dari hasil evaluasi tersebut, tim dapat mengetahui apakah ada bagian dari produk yang masih perlu disempurnakan.
Jika diperlukan, hasil evaluasi bahkan dapat menjadi dasar untuk melakukan penyesuaian kembali terhadap produk.
Jadi, sebuah produk baru bukanlah sesuatu yang langsung dianggap “selesai” setelah diluncurkan. Feedback dari customer dan tim internal dapat menjadi bagian dari proses perbaikan berikutnya.
Lebih dari Sekadar Menciptakan Menu Baru
Di balik setiap seasonal menu atau new menu Ann’s, terdapat perjalanan yang mungkin tidak terlihat ketika produk akhirnya hadir di meja. Sebuah ide perlu melewati berbagai tahap, mulai dari inspirasi, pemilihan bahan, formulasi, trial, tasting, panel test, validasi, hingga evaluasi setelah launching.
Setiap tahap memiliki perannya masing-masing dalam menemukan keseimbangan antara rasa, tekstur, tampilan, konsistensi produksi, hingga pengalaman yang ingin dihadirkan kepada customer.
Seperti yang disampaikan oleh tim R&D Ann’s:
“Setiap produk yang kami kreasikan membutuhkan waktu dan passion untuk mendapatkan hasil terbaik. Produk yang memiliki rasa yang enak tapi juga nyaman untuk dinikmati, serta memberikan kebahagiaan pada momen-momen penting pada setiap gigitan bersama keluarga ataupun kolega.”
Pada akhirnya, menciptakan menu baru bukan hanya tentang menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ada proses untuk menerjemahkan sebuah ide menjadi produk yang memiliki karakter, sekaligus tetap terasa relevan dengan cara customer menikmati dan berbagi makanan.
Dan mungkin, itulah yang membuat setiap seasonal menu memiliki ceritanya sendiri. Berawal dari sebuah ide, berkembang melalui berbagai proses, hingga akhirnya menjadi sesuatu yang dapat dinikmati bersama.
Because every creation has a story behind it.
Curious to discover what’s next?
Dari seasonal creations hingga signature favorites, temukan berbagai kreasi Ann’s melalui website kami atau kunjungi toko terdekat untuk melihat langsung pilihan yang tersedia.
Baca Juga: Bagaimana Ann’s Pastry Chef Menciptakan Kombinasi Rasa Cake yang Seimbang dan Memukau?




Leave feedback about this