
Pernah melihat cake berbentuk persegi panjang, cake melingkar dengan lubang di tengah, atau cake bertingkat dengan lapisan krim di antara setiap potongannya? Meski sama-sama disebut cake, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.
Bagi pencinta dessert, mengenali jenis-jenis cake bisa menjadi cara menarik untuk memahami tekstur, bentuk, dan pengalaman rasa yang ditawarkan setiap kreasi. Perbedaan ini juga membantu kalian memilih cake yang sesuai untuk menemani coffee break, disajikan saat berkumpul bersama teman, atau menjadi bagian dari perayaan spesial.
Lalu, apa perbedaan loaf cake, bundt cake, layer cake, dan jenis cake lainnya? Berikut panduannya.
1. Loaf Cake: Cake Berbentuk Persegi Panjang


Loaf cake adalah cake yang dipanggang menggunakan loyang berbentuk persegi panjang, menyerupai bentuk roti tawar. Istilah loaf merujuk pada bentuknya, bukan satu resep atau rasa tertentu.
Loaf cake hadir dalam berbagai variasi, mulai dari cokelat dan vanila hingga cake dengan buah, kacang, atau pola marmer. Beberapa jenis memiliki tekstur padat dan kaya, sedangkan yang lain terasa lebih ringan, bergantung pada resep dan teknik pembuatannya.
Bentuknya memudahkan cake diiris menjadi beberapa porsi, sehingga cocok untuk menemani teh atau kopi, camilan di rumah, maupun suguhan sederhana saat berkumpul.
Salah satu jenis cake yang sering dibuat dalam bentuk loaf adalah pound cake, meskipun pound cake juga dapat dipanggang menggunakan loyang bundt.
2. Bundt Cake: Cake dengan Bentuk Melingkar dan Lubang di Tengah



Bundt cake dikenal melalui bentuknya yang khas: melingkar, memiliki lubang di tengah, dan sering kali menampilkan sisi berlekuk. Bentuk tersebut berasal dari loyang bundt yang digunakan saat memanggang.
Berbeda dari loaf cake yang identik dengan bentuk persegi panjang, bundt cake memiliki tampilan dekoratif bahkan sebelum diberi tambahan frosting atau hiasan. Beberapa bundt cake cukup disajikan dengan taburan gula bubuk atau lapisan glaze sederhana.
Salah satu cake yang dapat menggunakan bentuk bundt adalah marble cake, yaitu cake dengan pola perpaduan dua warna atau lebih pada bagian dalamnya. Namun, tidak semua marble cake berbentuk bundt karena pola marmer dapat dibuat pada berbagai jenis loyang.
3. Layer Cake: Cake dengan Lapisan yang Beragam


Layer cake adalah cake yang tersusun dari dua atau lebih lapisan, biasanya diselingi krim, mousse, selai, atau isian lainnya. Bagian luarnya dapat dihias dengan buttercream, whipped cream, ganache, atau dekorasi sesuai konsep.
Salah satu contoh klasiknya adalah Black Forest cake, yang umumnya memadukan lapisan sponge cake cokelat, krim, dan ceri. Ada pula layer cake modern yang menggabungkan berbagai tekstur dan profil rasa dalam satu sajian.
Keistimewaan layer cake terletak pada perpaduan setiap lapisan. Saat dipotong, penampangnya memperlihatkan susunan yang menjadi bagian dari daya tarik visual sekaligus pengalaman menikmati cake.
Karena tampilannya dapat disesuaikan dengan berbagai tema, layer cake sering menjadi pilihan untuk ulang tahun, perayaan keluarga, dan momen spesial lainnya.
4. Sponge Cake: Ringan dan Berpori


Sponge cake dikenal dengan teksturnya yang relatif ringan dan berpori. Volume cake terutama terbentuk dari udara yang masuk ke dalam adonan saat telur dikocok, meskipun teknik dan komposisi resep dapat berbeda-beda.
Tekstur ini membuat sponge cake cocok dipadukan dengan berbagai bahan, seperti whipped cream, buah segar, sirup, atau isian lainnya. Sponge cake juga sering digunakan sebagai dasar untuk membuat layer cake.
Salah satu variasi yang populer adalah Tres Leches, yang namanya berarti “tiga susu” dalam bahasa Spanyol. Cake ini menggunakan sponge cake yang direndam dalam campuran tiga jenis susu, menghasilkan tekstur yang lembap dan kaya rasa.
Karena memiliki karakteristik yang berbeda dari sponge cake biasa, Tres Leches menjadi contoh bagaimana teknik pengolahan dapat mengubah pengalaman menikmati cake, bahkan ketika bahan dasarnya serupa.
5. Pound Cake: Padat dengan Cita Rasa Kaya


Pound cake merupakan jenis cake klasik yang secara tradisional menggunakan perbandingan bahan utama berupa tepung, mentega, gula, dan telur dengan berat yang sama. Resep modern dapat menggunakan proporsi yang berbeda, tetapi karakteristiknya tetap identik dengan tekstur yang lebih padat dan kaya dibandingkan sponge cake pada umumnya.
Pound cake sering memiliki aroma mentega yang menonjol dan dapat dikembangkan dengan tambahan vanila, cokelat, citrus, atau bahan lainnya. Cake ini juga bisa disajikan tanpa banyak dekorasi karena karakter rasanya sudah menjadi daya tarik utama.
Pound cake cocok bagi pecinta cake yang menikmati tekstur lebih padat sebagai pendamping kopi atau teh.
Perlu diingat, pound cake dan loaf cake bukan dua kategori yang saling bertentangan. Pound cake adalah jenis cake berdasarkan resep dan karakteristiknya, sedangkan loaf cake merujuk pada bentuk cake. Karena itu, sebuah pound cake dapat sekaligus menjadi loaf cake jika dipanggang dalam loyang persegi panjang.
6. Cheesecake: Cake dengan Karakter Creamy


Cheesecake memiliki karakter yang berbeda dari kebanyakan cake berbahan dasar tepung karena keju krim atau jenis keju lainnya menjadi komponen utama adonannya.
Teksturnya bervariasi, bergantung pada jenis dan teknik pembuatan. New York Cheesecake, misalnya, dikenal dengan tekstur yang padat dan creamy serta umumnya menggunakan dasar biskuit. Sementara itu, Japanese cheesecake memiliki tekstur yang lebih ringan dan lembut.
Cheesecake dapat dipanggang maupun dibuat tanpa proses pemanggangan, tergantung pada resepnya. Profil rasanya juga beragam, mulai dari rasa keju yang kaya dengan sedikit sentuhan asam hingga variasi yang dipadukan dengan buah, cokelat, atau bahan lainnya.
Bagi pecinta dessert yang menyukai tekstur creamy, cheesecake menawarkan pengalaman yang berbeda dari cake berbahan dasar sponge atau butter cake.
7. Chiffon Cake: Ringan dan Lembut


Chiffon cake memiliki tekstur yang ringan, lembut, dan cenderung elastis. Karakter tersebut diperoleh melalui kombinasi teknik pembuatan adonan, termasuk penggunaan putih telur yang dikocok hingga mengembang dan minyak sebagai sumber lemak.
Dibandingkan beberapa butter cake yang lebih padat, chiffon cake umumnya terasa lebih ringan ketika dinikmati. Variasi rasanya dapat mencakup vanila, pkaliann, cokelat, dan citrus.
Chiffon cake sering disajikan dengan sedikit hiasan atau pendamping sederhana agar tekstur dan cita rasa dasarnya tetap menonjol. Cake ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai dessert bertekstur ringan.
Bagaimana Memilih Cake yang Sesuai dengan Selera kalian?
Setiap jenis cake memiliki daya tarik tersendiri. Jika kalian menyukai cake yang mudah diiris untuk dinikmati bersama, loaf cake bisa menjadi pilihan. Untuk tampilan dekoratif, bundt cake menawarkan bentuk yang khas, sedangkan layer cake cocok untuk perayaan dengan tampilan yang lebih personal.
Jika tekstur menjadi pertimbangan utama, sponge cake dan chiffon cake menawarkan karakter yang relatif ringan. Pound cake menghadirkan tekstur lebih padat, sementara cheesecake menawarkan sensasi creamy yang berbeda.
Namun, nama jenis cake saja tidak selalu menentukan pengalaman rasanya. Resep, bahan, teknik pemanggangan, serta tambahan krim atau isian turut mempengaruhi hasil akhirnya.
Temukan Berbagai Kreasi Cake di Ann’s Bakehouse & Creamery
Setelah mengenal berbagai jenis cake, kalian bisa mulai mengeksplorasi kreasi dengan tekstur dan profil rasa yang berbeda.
Di Ann’s Bakehouse & Creamery, kalian dapat menemukan beragam pilihan, mulai dari Marble Cake Gluten-Free dengan tekstur lembut dan aroma mentega yang kaya, Tres Leches dengan sponge cake yang direndam dalam tiga jenis susu, hingga Sacher Torte yang memadukan cake cokelat dengan lapisan ganache. Bagi pecinta dessert bertekstur creamy, New York Cheesecake juga menawarkan karakter rasa yang berbeda.
Setiap kreasi memiliki keunikan tersendiri untuk menemani coffee break, pertemuan bersama keluarga, atau perayaan spesial.
Jelajahi koleksi cake melalui website resmi Ann’s Bakehouse & Creamery, atau kunjungi store Ann’s untuk melihat pilihan yang tersedia. Temukan cake yang sesuai dengan selera kalian dan nikmati pengalaman menjelajahi dunia dessert, satu potong demi satu potong.
Baca Juga: Berapa Lama Kue Tahan di Kulkas? Berikut Panduan Daya Tahan Kue
Reference:
1. American Society of Baking. “Cakes.” Recipes and Formulation. https://asbe.org/article/cakes
2. American Society of Baking. “Pound Cake.” Recipes and Formulation. https://asbe.org/article/pound-cake/?topic=recipes-and-formulation
3. American Society of Baking. “Butter Cake.” Recipes and Formulation. https://asbe.org/article/butter-cake
4. American Society of Baking. “Chiffon Cake.” Recipes and Formulation.https://asbe.org/article/chiffon-cake
5. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Patiseri F. Referensi mengenai jenis loyang dan teknik pembuatan cake.https://repositori.kemendikdasmen.go.id/7830/1/6.%20PATISERI%20F.pdf
6. King Arthur Baking. “Cake Styles.” Panduan mengenai karakteristik beberapa jenis cake.https://www.kingarthurbaking.com/learn/guides/cake







Leave feedback about this